7 Prediksi Keamanan untuk 2025 dari Eksekutif Barracuda

Prediksi Keamanan Siber untuk 2025: Ancaman yang Berkembang dan Strategi untuk Perlindungan

Lanskap digital terus berubah dengan cepat, dan seiring dengan dimulainya tahun 2025, bisnis dari berbagai ukuran menghadapi serangkaian ancaman yang terus berkembang. Karena tantangan keamanan siber semakin kompleks, organisasi harus bertindak cepat untuk melindungi data, jaringan, dan aplikasi mereka. Kecepatan dan kecanggihan serangan siber semakin meningkat, dan lanskap ancaman ini tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.

Untuk memahami apa yang ada di depan, kami berbicara dengan tiga eksekutif dari Barracuda yang berbagi prediksi mereka tentang apa yang akan terjadi di dunia keamanan siber pada tahun 2025, serta tren, perkembangan, dan tantangan yang akan dihadapi. Berikut adalah pandangan mereka mengenai perubahan lanskap keamanan siber yang akan datang.

Siroui Mushegian, CIO Barracuda – Keamanan AI Akan Menjadi Titik Balik

Tahun 2025 akan menandai tahun yang krusial bagi keamanan AI. Meskipun AI memiliki potensi besar dalam memperkuat keamanan siber dengan memberikan pertahanan canggih, AI juga memberi alat baru bagi para penyerang untuk mengeksploitasi sistem. AI adalah pedang dan tameng dalam dunia keamanan siber. Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi teknologi AI, mereka harus menghadapinya dengan hati-hati. Keberhasilan bergantung pada penggunaan AI yang bijaksana dan strategis, bukan hanya mengadopsinya karena ikut-ikutan, melainkan mengimplementasikannya dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah yang sesungguhnya.

Fokus besar lainnya di tahun 2025 adalah membangun ketahanan keamanan siber. Dengan meningkatnya serangan ransomware dan serangan pada rantai pasokan, regulasi keamanan siber semakin ketat. Perusahaan harus menyesuaikan diri dengan regulasi yang semakin ketat dan memperkuat pertahanan mereka. Ketahanan keamanan siber bukan hanya tentang mengikuti regulasi, tetapi juga tentang kesiapan untuk merespons dengan cepat dan pulih jika terjadi serangan. Pada tahun 2025, kita akan melihat lebih banyak sektor yang mengadopsi pendekatan terpadu untuk keamanan siber, menjadikannya sebagai tanggung jawab bersama untuk meningkatkan ketahanan siber terhadap ancaman yang terus berkembang.

Riaz Lakhani, CISO – Risiko Shadow IT Akan Meningkat di Tahun 2025

Salah satu risiko utama di tahun 2025 adalah ancaman terkait shadow IT. Ketika semakin banyak karyawan, kontraktor, dan pihak ketiga lainnya yang memperkenalkan alat SaaS yang tidak disetujui ke dalam organisasi, risiko kebocoran data dan ancaman keamanan menjadi semakin tinggi. Dengan semakin banyaknya alat AI yang tersedia di pasar, ada juga peningkatan risiko untuk mengunduh model AI berbahaya atau versi sah yang telah dimanipulasi. Risiko-risiko ini membuat sangat penting bagi perusahaan untuk secara agresif menangani shadow IT dan mengendalikan alat yang digunakan oleh karyawan mereka.

Ransomware juga akan tetap menjadi ancaman utama bagi bisnis. Bahkan organisasi kecil dan menengah, terutama di sektor kesehatan, akan menjadi sasaran serangan ransomware. Ransomware telah terbukti menjadi jalur yang menguntungkan bagi para penjahat siber, dan mereka kemungkinan akan terus melancarkan serangan ini. Serangan rekayasa sosial, yang memanipulasi individu untuk mendapatkan akses ke data sensitif, juga akan semakin canggih di tahun 2025. AI akan dimanfaatkan untuk memperbesar serangan ini, membuat phishing dan rekayasa sosial menjadi lebih meyakinkan dan sulit dideteksi.

Adam Khan, VP Operasi Keamanan Global – XDR dan Perlindungan Data Akan Berkembang dengan AI

Pada tahun 2025, Extended Detection and Response (XDR) akan berkembang menjadi alat keamanan yang lebih proaktif. XDR yang sebelumnya bersifat reaktif akan menjadi komponen utama dalam operasi keamanan prediktif dan otomatis. Dengan bantuan AI, platform XDR akan dapat mengintegrasikan intelijen ancaman yang didorong oleh AI dan SOAR (Security Orchestration, Automation, and Response), memungkinkan penilaian risiko dinamis dan respons yang diprioritaskan di seluruh cloud, endpoint, jaringan, dan lainnya. AI akan memainkan peran penting, memungkinkan XDR untuk menganalisis volume data yang sangat besar secara real-time, mendeteksi pola serangan yang halus, dan memprediksi ancaman potensial sebelum muncul. Pendekatan proaktif ini akan menjadikan XDR sebagai alat yang lebih berharga bagi bisnis yang ingin tetap berada di depan para penjahat siber.

Bisnis kecil dan menengah (UKM), yang sering dianggap sebagai sasaran empuk, akan semakin banyak mengadopsi solusi XDR untuk memperkuat pertahanan mereka. Dengan kemampuan otomatisasi AI, UKM akan mendapatkan akses ke solusi keamanan setara perusahaan besar yang sebelumnya tidak terjangkau. XDR akan berfungsi sebagai pusat komando keamanan yang komprehensif, membantu bisnis mengidentifikasi dan menetralkan ancaman sebelum berkembang lebih jauh.

Strategi perlindungan data juga akan mengalami perubahan signifikan pada tahun 2025. Seiring organisasi menangani lebih banyak data sensitif, terutama di sektor seperti kesehatan dan pendidikan, akan ada penekanan yang lebih besar untuk mengamankan data saat digunakan, bukan hanya ketika data berada dalam keadaan diam atau saat dikirimkan. Teknologi pelindung privasi seperti enkripsi homomorfik dan komputasi rahasia akan lebih banyak diadopsi, didorong oleh persyaratan kepatuhan dan kebutuhan untuk kolaborasi real-time tanpa mengorbankan data sensitif. Deteksi anomali berbasis AI juga akan memainkan peran utama dalam melindungi data, terutama di industri yang sering menjadi target serangan siber.

Melihat ke Depan: Mempersiapkan Lanskap Ancaman yang Berubah

Seiring kita melangkah ke tahun 2025, keamanan siber akan tetap menjadi prioritas utama bagi organisasi di seluruh sektor. Dengan meningkatnya kecanggihan AI, taktik ransomware yang semakin berkembang, dan meningkatnya regulasi, bisnis harus tetap waspada dan beradaptasi dengan cepat terhadap tantangan baru. Dengan mengadopsi strategi proaktif seperti XDR, menangani risiko shadow IT, dan berinvestasi dalam teknologi perlindungan data canggih, bisnis dapat memperkuat pertahanan mereka terhadap ancaman yang berkembang dan semakin canggih di masa depan.

Apakah Anda sudah mempertimbangkan Barracuda sebagai pilihan solusi keamanan Anda?

Jika tertarik, Anda bisa menghubungi Barracuda Indonesia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Jangan ragu untuk menghubungi barracuda.ilogoindonesia.id untuk penjelasan lebih detail.